cbe7f86a-fe97-42cb-bfc3-bb2eba2af3c3_169

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani berbicara dalam Kongres Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) ke XIII, Rabu (12/12/2018).

Di dalam kesempatan itu, Sri Mulyani menyampaikan tiga pesan bagi para akuntan. Pesan ini, kata dia, sangat penting mengingat akuntan adalah profesi yang berperan signifikan dalam neraca perekonomian Indonesia.

Pesan Sri Mulyani yang pertama berkaitan dengan tata kelola keuangan yang baik. Menkeu menjelaskan tata kelola perekonomian Indonesia sudah banyak mengalami kemajuan, bahkan sejak era reformasi. Kemajuan-kemajuan ini tak lepas dari sumbangsih para akuntan.
“Sudah banyak yang kita capai [sejak] reformasi dari tahun 1998 ke 2018, mulai UU BPK [Badan Pengelola Keuangan], UU OJK [Otoritas Jasa Keuangan], pertanggungjawaban pemerintah, JPSK [Jaring Pengaman Sistem Keuangan], dan UU lain yang menjadi fondasi bagi tata kelola keuangan Indonesia,” jelas Sri Mulyani, Rabu (12/12/2018).

“Kita mulai dari balance sheet [neraca saldo] dari yang tidak exist menjadi exist. Kita baru punya balance sheet itu 2005, menterinya Sri Mulyani. Banyak yang duduk di ruangan ini berkontribusi dalam neraca Indonesia,” sambungnya.

Pesan kedua Sri Mulyani, berkaitan dengan era digital. Dia menuturkan di era saat ini, teknologi sudah semakin canggih, bahkan peran akuntan bisa saja digantikan dengan teknologi.

Oleh karena itu, Sri Mulyani ingin agar para akuntan bisa menyesuaikan diri dan mengikuti perubahan ini.

“Kita dihadapkan pada dunia yang teknologi itu exist dan akan terus merubah banyak [aspek] kehidupan kita, termasuk transparansi dan akuntabilitas. Sehingga dalam konteks itu, what is the future of tata kelola dan akuntabilitas? Tata kelola seperti apa yang harus kita lakukan? Apa yg perlu kita desain untuk Indonesia?”.

Pesan Sri Mulyani yang kedua ini, sekaligus menjadi PR bagi para akuntan, Kementerian Keuangan, dan kementerian/lembaga lain.

Terakhir, Sri Mulyani berpesan pada para akuntan agar selalu mengingat kalau akuntan dan akuntansi, kebijakan fiskal, APBN, merupakan instrumen untuk mencapai tujuan membawa perekonomian Indonesia yang adil dan makmur.

“Kita harus memastikan tata kelola baik, kita harus make sure dalam mencapai akuntabilitas, transparansi, dan kemakmuran,” tandasnya.

Setelah memberikan pesan kepada para akuntan, Sri Mulyani juga menyempatkan diri untuk menghibur para peserta Kongres IAI. Mantan COO World Bank ini, tanpa ragu menerima tawaran pembawa acara (MC) untuk membawakan sebuah lagu. “Pelangi di Matamu”, lagu yang dipopulerkan oleh Band Jamrud, menjadi lagu pilihan Sri Mulyani.

 

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/