549d069b-7e12-49b6-b811-ba9e7742ffc8_169

Nusa Dua, CNBC Indonesia – Guru Besar Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Lindawati Gani mengatakan regulasi tentang akuntan publik, sebaiknya perlu direvisi.

Hal itu kata Linda, sebagai upaya untuk mendorong para akuntan di Indonesia bekerja dan berkarir di luar negeri.

Kesempatan untuk bekerja dan berkarier di luar negeri untuk para akuntan terbuka lebar saat ini, karena Indonesia sudah melakukan kesepakatan bersama dengan negara se-ASEAN. Kesepakatan itu tertuang dalam Mutual Recognition Arrangement on Accountancy Services (MRA on Accountancy Services) atau kerja sama dalam layanan akuntansi.

Akuntan Sebut Regulasi Tentang Akutansi Perlu Diubah
Foto: foto : Cantika Adinda Putri Noveria

“Undang-undangnya [bisa direvisi] dengan menyeratakan, misalnya siapa saja yang boleh atau disyaratkan untuk menyiapkan laporan [audit],” ujar Linda usai ditemui dalam acara The 1st ASEAN CPA di Nusa Dua, Bali, Kamis (17/10/2019).

Adapun saat ini undang-undang tentang akuntan publik tertuang dalam undang-undang No. 5 tahun 2011 tentang akuntan publik.

Selain itu juga, untuk menerapkan kerja sama dalam layanan akuntansi di Indonesia juga masih ditemukan berupa tantangan.

Dari masing-masing pebisnis atau mereka yang menggunakan jasa layanan akuntan juga belum mensyaratkan adanya sertifikasi.

“Semestinya ada kesiapan dari masing-masing pebisnis dan juga sektor publik untuk mensyaratkan sertifikasi,” kata Linda yang juga merupakan anggota Ikatan Akuntan Indonesia.

“Nah itu kan belum ada. Jadi dalam perusahaan, bisa saja mereka sebagai staff, tapi kurang memiliki kompetensi di bidang akuntansi dan keuangan. Jadi belum merata,” kata Linda melanjutkan.

 

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com